Kamis, 20 Juli 2017

Membanggakan!! Indonesia Jadi Kekuatan Militer Terkuat di Asia Tenggara, berikut datanya

Membanggakan!! Indonesia Jadi Kekuatan Militer Terkuat di Asia Tenggara, berikut datanya
Membanggakan!! Indonesia Jadi Kekuatan Militer Terkuat di Asia Tenggara, berikut datanya

Menurut data Global Fire Power 2017 kekuatan militer Indonesia berada di urutan ke-14 atau merupakan 15 besar kekuatan tempur di dunia. Posisi Indonesia sebagai negara terkuat secara militer pada urutan ke-14 cukup membanggakan karena banyak negara yang selama ini dikenal memiliki kekuatan militer yang besar ternyata berada di bawah posisi Indonesia.

Sejumlah negara yang secara kekuatan militer berada di bawah posisi Indonesia antara lain, Israel, Vietnam, Brazil, Taiwan, Iran, Australia, Arab Saudi, dan lainnya.
Berdasar data dari Global Fire Power beragam pesawat militer yang dimiliki oleh Indonesia berjumlah 441 unit, tank 418 unit, kapal perang beragam jenis 221 unit, dan pasukan tempur aktif sebanyak 435.750 personel.

Dengan kekuatan militer sebesar itu selain menempatkan posisi Indonesia di urutan 14 kekuatan militer dunia juga menjadi yang terkuat di kawasan Asia Tenggara.

Negara-negara yang saat ini berada di kawasan Asia Tenggara antara lain Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Brunei, Filipina, Malaysia, Singapura, Timor Leste, dan Indonesia sendiri.

Namun di kawasan Asia Tenggara, kekuatan militer Indonesia justru disaingi oleh Singapura yang merupakan negara terkecil dan kekuatan militernya berada pada posisi nomor 65 untuk peringkat dunia.

Dibandingkan kekuatan militer Indonesia, militer Singapura lebih unggul dalam kepemilikan kendaraan lapis baja. Singapura memiliki 2.192 ranpur lapis baja sedangkan Indonesia memiliki 506 unit.
Untuk kapal selam yang merupakan kapal perang sangat menentukan dalam menjaga laut dan peperangan, Singapura memiliki 6 kapal selam sedangkan Indonesia memiliki 2 unit.
Militer Singapura juga memiliki persenjataan artileri sebanyak 262 unit sementara Indonesia ‘’hanya’’ memilik 62 unit.

Tapi yang sangat menyolok adalah dalam soal anggaran pertahanan tahun 2017.
Singapura anggaran pertahanannya sebesar USD 8.302.000.000, sedangkan Indonesia sebesar USD 5.220.000.000.

Namun demi mencapai kemandirian dalam hal produksi persenjataan, Indonesia juga terus menggenjot produksi persenjataan dalam negeri yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan baik mutu maupun jumlahnya.

sumber : intisari-online.com

Minggu, 16 Juli 2017

Kekuatan Militer Indonesia di Natuna Kian Membara

Kekuatan Militer Indonesia di Natuna Kian Membara

Belum setengah tahun diadakan unjuk kekuatan dan latihan militer skala besar di Natuna yang dihadiri oleh Presiden Jokowi akhir tahun lalu, militer Indonesia kembali menggelar latihan gabungan respon cepat yang dikenal dengan sebutan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat). Sepanjang minggu ketiga bulan Mei yang berpuncak di Jumat Wage tanggal 19 Mei 2017 gelar pasukan reaksi cepat dipertunjukkan di Tanjung Datuk Natuna di hadapan Presiden Jokowi dan seluruh Gubernur di Indonesia.
Mengapa di Natuna lagi, karena ini adalah pertaruhan gengsi berteritori yang paling menentukan. Sebab di seberang utara sana geliat lidah naga semakin menjulur dan sering memercikkan percikan gelombang laut yang menerpa ke segala arah. Penampilan unjuk kekuatan militer Indonesia di pangkalan militer Natuna yang berulang kali tentu menarik untuk dicermati.
Boyongan alutsista dari pulau Jawa dua minggu terakhir ini begitu terasa. Antara lain MLRS Astross II Mk6, Tank Leopard, Tank Marder, Artileri Caesar Nexter, Artileri KH179, UAV, Radar Mobile, sejumlah KRI striking force, KRI Logistik, Tank Amfibi, RM Grad / Vampire, Hercules, Jet Tempur, Helikopter dan sebagainya. Lanud strategis yang mendukung adalah Halim Jakarta, Pekanbaru, Pontianak, Batam dan Natuna bersama 6000 pasukan TNI.
Natuna adalah pagar teritori yang patut diwaspadai karena lalulintas militer di Laut Cina Selatan begitu tinggi tensinya. Cina sudah membangun pangkalan militernya di kawasan itu dan seakan tidak terbendung lagi untuk menancapkan hegemoninya di perairan kaya energi fosil itu. Meski dengan kepulauan Natuna tidak mengklaim tapi Cina dengan tegas menyatakan bahwa perairan ZEE Natuna bersinggungan dengan klaim teritorinya.
Nah kita harus cepat mengantisipasinya. Tidak bisa lagi ada statemen kita tak punya musuh, semuanya kawan dan kita tidak cari musuh. Ya semua negara di kawasan ini kawan kita, sahabat kita tetapi sebagai bagian dari antisipasi untuk pertahanan teritori adalah sangat wajar kita perkuat militer kita. Jangan terlambat Om, apalagi terlambat mikir.
Jenderal Gatot berkali-kali sudah ngomong bahwa pertempuran masa depan adalah perebutan sumber daya alam. Jadi bukan pertempuran merebut pulau Jawa tetapi wilayah yang kaya sumber energi, Natuna salah satunya. Maka perkuatlah angkatan laut dan udara, maka tambahlah alutsista mobile seperti jet tempur, kapal perang, kapal selam dan peluru kendali jarak sedang. Jangan kebanyakan mikir sendiri, bukankah anggaran sudah disediakan secara terang benderang dan tahun depan menjadi anggaran terbesar diantara seluruh kementerian.
Jet tempur Sukhoi SU35 yang dipesan itu mestinya tidak sekedar 8-10 saja, tapi kita butuh lebih dari itu misalnya 24 unit. Jet tempur F16 juga harus ditambah lagi meski kita sudah memiliki 33 unit. Juga kapal perang striking force seperti PKR, Fregat, kapal selam harus terus ditambah. Ruang udara dan perairan kita cukup luas, jadi kita butuh alat pemukul di udara dan laut.  Kita butuh angkatan laut dan udara yang kuat.
Unjuk kekuatan melalui latihan militer sesungguhnya menggambarkan kekuatan kuantitas dan kualitas alutsista yang dimiliki. Kita boleh saja mengklaim bahwa pertunjukan demo kehebatan militer kita di Natuna bernilai spektakuler tetapi menurut sudut pandang Vietnam atau Singapura boleh jadi sesuatu yang biasa-biasa saja atau menurut Cina bisa jadi belum menyengat tuh alias gak nendang.
Padahal kita saat ini sedang membangun pangkalan militer di Natuna berkarakter sarang lebah.  Bisa menyengat sebelum bala bantuan datang dari Jawa. Jika pangkalan militer itu jadi apakah kemudian ketersediaan alutsista untuk ditempatkan di pulau itu memadai. Itu pertanyaan besarnya. Oleh sebab itu isian alutsista pertambahannya harus dipercepat, butuh gerak cepat.
Jelaskan pada Presiden ketika berkunjung ke Natuna nanti, kita masih membutuhkan sejumlah kapal perang dan jet tempur, kita butuh rudal jarak sedang, kita masih perlu pertambahan alutsista secara besar-besaran dan mendesak. Natuna hanya satu titik teritori sementara banyak titik teritori yang perlu diawasi ketat. Butuh persebaran alutsista mobile, jadi butuh pertambahan alutsista, itu logikanya.
Seluruh gubernur yang ikut menyaksikan unjuk kerja PPRC di Natuna merupakan momentum sosialisasi bahwa perkuatan militer mutlak diperlukan.  Jangan hanya menjelaskan kehebatan jalannya latihan tempur, lalu tepuk tangan.  Tetapi lebih dari itu bahwa penambahan alutsista di seluruh pelosok tanah air bukanlah pemborosan anggaran tetapi bagian dari investasi ber NKRI, berteritori, berpertahanan dan bereksistensi. NKRI adalah eksistensi yang didalamnya memerlukan payung perlindungan militer sepanjang waktu dan sepanjang tempat.
Jadikanlah momen pertemuan elemen pemerintahan sipil dan militer di Natuna sebagai kebulatan tekad untuk mempercepat pertambahan alutsista berteknologi tinggi dan pertambahan anggaran pertahanan secara signifikan. Natuna adalah contoh dimana gengsi berteritori NKRI sedang dipertaruhkan, diuji dan ditampilkan. Maka tampilan alutsista pemukulnya yang ada disana haruslah yang berkelas, setara, gahar dan membanggakan serta menetap di pulau itu. (16 Mei 2017)
*Jagarin Pane, Analis Pertahanan dan Alutsista TNI

Membanggakan!! Kekuatan Militer Indonesia Kalahkan Israel, Ini Laporan Rincinya

Membanggakan!! Kekuatan Militer Indonesia Kalahkan Israel, Ini Laporan Rincinya
Membanggakan!! Kekuatan Militer Indonesia Kalahkan Israel, Ini Laporan Rincinya

Kekuatan Militer Indonesia menempati urutan ke-14 dari 106 negara di dunia dengan posisi satu tingkat di atas Israel dan setingkat di bawah Pakistan.

Laporan Daily Mail, Sabtu, 13 Mei 2017, menyebutkan laporan Global Firepower bahwa Indonesia menghabiskan dana sekitar Rp 92 triliun untuk membiayai kekuatan militernya. Anggaran merupakan satu dari sejumlah faktor dalam penentuan peringkat setiap negara yang dianalisis Global Firepower. 

Selain menghabiskan anggaran triliunan rupiah, angkatan bersenjata Indonesia diperkuat oleh 418 tank, 441 jet tempur, 221 kapal perang, dan 476 ribu tentara aktif.

Bila dibandingkan dengan Korea Selatan atau Pakistan, Indonesia masih kalah. Korea Selatan yang sedang berseteru dengan tetangganya, Korea Utara, menghabiskan anggaran militer sebesar Rp 584 triliun. Sedangkan Pakistan Rp 93 triliun.

Adapun Angkatan Bersenjata Korea Selatan diperkuat 2.654 tank, 1.477 jet tempur, 166 kapal perang, dan 625 ribu tentara aktif.

Sedangkan Israel menghabiskan anggaran militernya sebesar Rp 206 triliun. Israel memiliki 2.620 tank, 652 pesawat tempur, dan 160 ribu personal militer. Israel tidak memiliki kapal induk.

Amerika, negeri superkuat, menempati urutan pertama dalam menghabiskan anggaran militer sebesar Rp 7.834 triliun. Untuk menjaga keamanan negara, Amerika diperkuat 5.884 tank, 19 kapal induk, 13.762 jet tempur, 415 kapal perang, dan 1,4 juta tentara aktif.

Posisi Amerika disusul Rusia di urutan kedua. Negeri ini menganggarkan Rp 594 triliun dengan kekuatan 20.215 tank, satu kapal induk, 3.794 jet tempur, 352 kapal perang, dan 766 ribu tentara aktif. 

Cina di urutan ketiga dengan anggaran militer Rp 2.115 triliun. Negeri ini memiliki 6.457 tank, satu kapal induk, 2.955 jet tempur, 714 kapal perang, dan 2,3 juta tentara aktif.

Ranking kekuatan militer yang dibuat untuk 106 negara itu berdasarkan 50 faktor, termasuk anggaran militer, kekuatan pasukan tempur, dan persenjataan. Dari peringkat ini, Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang masuk 15 besar negara dengan kekuatan militer terbesar dunia. 

Sumber tempo.co

Luar Biasa, Ranking Militer Indonesia Sekarang di Atas Korea Utara

Luar Biasa, Ranking Militer Indonesia Sekarang di Atas Korea Utara
Luar Biasa, Ranking Militer Indonesia Sekarang di Atas Korea Utara

Serangan Amerika Serikat ke Suriah memunculkan kondisi dunia yang makin panas.
Belum cukup, Donald Trump seakan menambah bara panas, dengan menyiagakan armada perang laut di Semenanjung Korea.
Kapal-kapal perang Amerika membuat Korut gerah.
Kim Jong-Nam pun mengertak akan melancarkan rudal nuklir mereka bila AS tak juga mundur.
Nah, bersamaan dengan konflik internasional yang makin panas, lembaga internasional Global Firepower Indexs merilis ranking kekuatan militer dunia terbaru yang disaring dari 106 negara.
Penetapan ranking ini berdasarkan pertimbangan dari sejumlah faktor dan latar belakang.
Beberapa kriteria yang dimasukkan sepereti anggaran negara untuk kekuatan militer tiap tahun, jumlah personel militer, pesawat tempur, kapal selam, kapal induk, tank, dan sumber daya alam.
Berdasar pertimbangan itu terdapat 25 negara yang menduduki ranking sebagai negara terkuat secara militer.
Posisi ranking nomor satu masih dipegang oleh AS, kedua Rusia, ketiga China, keempat India, dan kelima Perancis.
Sebagai negara yang kekuatan militernya nomor satu di dunia AS memiliki personel 2.500.000 orang, 8. 848 tank, 13.444 pesawat tempur, 19 kapal induk, dan 75 kapal selam.
Kekuatan militer AS dari segi jumlah kapal induk dan  pesawat tempur memang di atas angin karena negara-negara lannya tidak ada yang memiliki pesawat tempur hingga 4000 unit dan kapal induk hingga 5 unit.
Jumlah tank AS memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah tank yang dimiliki oleh Rusia (15.398).
Tapi dalam peperangan moderen kekuatan dan kemenangan perang masih ditentukan oleh kekuatan superioritas udara.
Rusia "hanya" memiliki 3.547 pesawat tempur jadi masih kalah jauh dibanding pesawat tempur yang dimiliki oleh AS.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia dan TNI-nya dalam perhitungan ranking menduduki posisi nomor 14.
Sesuai data yang dilansir Global Fire Index, Indonesia punya 876.000 personil militer, 468 tank, 420 pesawat tempur, dan 2 unit kapal selam.
Yang mengejutkan, posisi Indonesia ini ternyata ada di atas Korea Utara.
Korut ada di peringkat 25.
Padahal, negara yang dikenal paling berani menggertak AS ini punya armada perang jauh lebih banyak dari Indonesia.
Korut tercatat punya 4.200 tank, 944 pesawat tempur, 70 kapal selam.
Jumlah personelnya pun terbesar di dunia, yakni 5, 2 juta orang.
Cukup janggal sebenarnya kenapa Global Fire Index menempatkan ranking Indonesia jauh berada di atas Korut.
Pasalnya anggaran militer Korut tahun 2017 ini sebesar 7,5 milliar dollar dan Indonesia "hanya" 6,9 milliar dollar.
Apalagi jumlah tank, pesawat tempur dan kapal selam Korut juga jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.
Tapi Global Fire Index memberikan alasan bahwa persenjataan yang dimiliki Korut sudah ketinggalan jaman terutama pesawat tempur dan kapal selam.
Selain itu sumber daya alam Korut sangat buruk, dibandingkan sumber daya alam Indonesia yang masih "subur dan makmur".
Faktor lain adalah, kepemilikan senjata nuklir tidak digunakan untuk menilai ranking.
Karena  jumlah rudal nuklir masing-masing negara tidak jelas dan  dirahasiakan.
Padahal, rudal nuklir inilah yang membuat Korut begitu ditakuti dunia. 
Namun, kekuatan jumlah personel militer Korut yang merupakan terbesar di dunia, terlatih baik, fanatik, biasa hidup susah, dan sangat memuja Kim Jong Un, akan menjadi kekuatan yang sulit dikalahkan jika sampai terjadi peperangan di darat (perang konvensional).
Jadi kalau sampai terjadi peperangan di darat dipastikan akan terjadi malapetaka  perang (disaster of war) bagi pihak penyerbu.
Apalagi militer Korut memiliki strategi tempur gelombang manusia (human wave tactics).
Menyerbu musuh dengan mengerahkan sebanyak mungkin pasukan dan tidak peduli berapa prajurit yang mati. Yang penting serang, maju terus, terus menembak, kendati harus menaiki atau  melompati tumpukan mayat para temannya.
5 Senjata Pamungkas
Korea Utara dikenal sebagai negara yang sangat tertutup.
Negara ini juga mendeklarasikan diri sebagai satu dari sedikit negara yang berani menentang Amerika Serikat.
Semakin membuat penasaran, mengapa hingga kini tak ada negara yang berani menginvasi Korut, meski mereka dikabarkan sering membuat cemas Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Kekuatan militer mereka disebut lebih dari siap, seandainya ada negara yang mengajak perang.
Sebuah hal yang menarik, mengingat Korut bukanlah sebuah negara yang mapan secara ekonomi.
Dikutip dari situs nationalinterest.org, berikut 5 senjata militer pamungkas Korut, yang kabarnya, begitu ditakuti oleh Korea Selatan :
1. Bom Nuklir
Skill dan peralatan tempur tentara Korut disebut-sebut jauh usang dibanding tentara AS atau Korsel sekalipun.
Tapi, Korut dikabarkan punya senjata paling mengerikan di dunia : bom nuklir.
Pada 2006, Korut melakukan uji coba pertama bom nuklir mereka. Hasilnya gagal total.
Pada 2013, ujicoba diklaim berhasil.
Satu bom nuklir mereka dikabarkan memiliki kekuatan 6-40 kiloton TNT.
Asal tahu saja, bom Hiroshima punya kekuatan 18 kiloton TNT.
Tak ada yang mengetahui berapa persisnya bom nuklir yang dimiliki Korut.
Tapi,  lembaga Stockholm International Peace Research Institute memperkirakan, Korut punya 6-8 stok bom.
Korut memang masih punya kelemahan untuk menembakkan bom itu ke jarak yang sangat jauh, semisal ke AS.
Tapi, mereka bisa meluluhlantakkan seluruh Korsel, Jepang, atau Beijing, dalam sekali hantam.
Duh, semoga bom itu tak bisa menjangkau Indonesia ya?
2. Kapal Selam Mini
Alat tempur satu ini begitu ditakuti oleh para rival Korut.
Meski kecil, kapal ini begitu sulit dideteksi.
Pada 2010, kapal perang Korsel, Cheonan, tenggelam.
Sebanyak 46 prajurit AL mereka gugur.
Sampai kini, tak ada yang mengetahui penyebabnya, karena tak ada kapal yang terdeteksi di sana.
Tapi, ada bukti serpihan material kapal, yang menimbulkan dugaan, 2 kapal selam mini Korut, menjadi aktor utama.
Serpihan itu adalah bagian torpedo CHT-02D, yang biasa digunakan oleh Korut.
Korut punya dua jenis kapal selam ini, yakni Sang-O dan Yono.
Diperkirakan, Korut punya lebih dari 50 kapal selam ini.
3. Meriam
Militer Korut dikenal tergila-gila dengan koleksi meriam antiudara.
Dua meriam yang paling berbahaya adalah 170mm KOKSAN howitzers dan peluncur roket MRL-240.
Meriam KOKSAN bisa menembak sejauh 59 kilometer dengan kecanggihan sistem isi ulang yang begitu cepat. 
Yang mencengangkan, Korut diperkirakan punya 500 buah meriam jenis ini! 
4. Rudal Balistik
Ilmuwan Korut mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk menciptakan senjata mengerikan dalam bentuk rudal jarak jauh sampai dekat.
Rudal Hwasong dan Toksa dikenal sebagai andalan Korut.
Kabarnya, rudal ini sangat mirip dengan rudal Scud. 
Hwasong-5 dibuat awal 1980.
Rudal ini punya daya jangkau 321 kilometer.
Dalam kata lain, Kim Jong-Un bisa menembakkan rudal ini dari Surabaya, sementara sasarannya, taruhlah, ada di Solo.
Korea Selatan sangat cemas dengan rudal ini, karena kabarnya, sampai sekarang mereka tak punya sistem penangkis rudal yang canggih.
Korut kini dikabarkan tengah mengembangkan Rudal jarak jauh bernama Taepodong 2.
Rudal ini bisa menjangkau 4000 - 8000 kilometer, dengan artian, jangankan Malaysia, Indonesia pun terjangkau oleh rudal ini!
5. Senjata Kimia
Inilah senjata mengerikan terakhir yang dimiliki Korut.
Tak bersuara seperti bom nuklir, tapi disebut-sebut lebih mematikan.
Mereka diklaim memeiliki biro khusus untuk mengembangkan senjata kimia ini, sekaligus melatih orang-orang pilihan untuk menggunakannya.
Berbagai jenis gas beracun mereka kembangkan, termasuk gas syaraf, VM and VX.
Ada laporan yang menyebutkan Korut mencoba senjata ini ke sejumlah tahanan politik.
Pada 2012, ada laporan yang menyebut, ditemukan topeng gas buatan Korea Utara di perang Suriah.
Pembunuhan Kim Jong-Nam yang begitu cepat dan diam, di Malaysia, terlepas masih jadi misteri siapa otak pelakunya, juga mengunakan zat kimia.

Sumber: Bangka-tribun